RENOVASI ATAP ASRAMA

Bulan ini adalah bulan november 2017. Secara musim sudah memasuki musim penghujan. Meski daerah kami adalah daerah bebas banjir, tetapi masalah tidak berasal dari bawah. Iya, masalah bocor dari atap adalah masalah klasik RDI beberapa tahun belakangan ini.
1

kondisi Atap Asrama sedang dalam perbaikan

Aktifitas santri
Sebagaimana biasa, santri yang berjumlah belasan orang yang datang dari seluruh penjuru tanah air tetap pada aktifitasnya. Solat malam, bersahur ( khusus untuk hari senin dan kamis), solat subuh, menghafal dan mengulang hafalan adalah aktifitas harian pagi yang menjadi menu mereka. Dilanjutkan dengan KBM biasa dan istirahat siang, maka kegiatan ektra bisa berupa outdoor, renang dan futsal dan juga muhadloroh (latihan berpidato) serta kegiatan lainnya.
Sarana

Secara kegiatan, maka relatif tidak ada kendala. Namun di saat istirahat dan hujan deras atau gerimis, maka masalah mulai nampak. Kondisi atap yayasan yang memang sudah berusia, sudah tidak bisa menahan air hujan untuk tidak bocor. Sudah beberapa tukang kami panggil untuk memperbaiki. Jawaban selalu kompak. “Maaf pak, kami tidak bisa benerin, ini harus dirombak total”. Waduh, berapa dana yang harus kami siapkan untuk renov total tersebut ya?.
Tukang pertama pernah memberikan coret-coretan jika diganti baja ringan, maka keluar di angka 150 juta. Itu informasi dan harga tahun lalu (2016). Tukang kedua yang datang bulan oktober kemarin yang angkat tangan juga setelah mengecek fisik atap menyarankan, “Di ganti dak aja pak, biar awet. Biayanya paling 200 juta.” Akhirnya pak tukang pulang dengan tangan kosong. Sementara kami berpikir, bagaimana nanti jika sewaktu-waktu atap ambrol.

Alhamdulillah sudah 4 hari ini ada tukang yang datang. Kali ini tukang bukan dari pihak yayasan. Tetapai dari pak Amin (selaku salah satu pendiri dan pembina RDI). Pada awalnya, tukang hanya mengecek kondisi atap, namun setelah melihat fakta, pak tukang kaget dan ini harus segera diperbaiki.

2
Wal hasil, sekarang tukang sedang mengerjakan atap, tapi mengingat luas dan tingginya atap, maka anggaran yang dibutuhkan besar. Kami yayasan sedang berpikir bagaimana membantu renovasi yang nota bene kami tinggali, sementara dana donatur yang masuk hanya cukup untuk makan sehari-hari. Semoga dengan tulisan ini, ada muslim yang terketuk hati untuk membantu peduli terhadap kondisi yayasan. Kalau saja anggaran dana 100 juta, maka seberapapun sedekah dan infak anda akan bernilai di sisi Allah SWT. Mari bantu!! (Abu Miqdad, Admin web RDI)