SANTRI RDI KETABRAK MOBIL

Pada senin, 8 Januari 2018, setelah salat isya terjadi musibah. Salah satu santri kami, yang bernama Akbar yang berasal dari Bogor tertabrak mobil. Hari ini, Jumat, 19 Januari, sepuluh hari setelah peristiwa naas itu, admin bisa menemui korban. Dari hasil wawancara diketahui bahwa tabrakan itu terjadi setelah salat isya, sewaktu mereka pulang dari masjid menuju asrama.
Waktu itu, Akbar berjalan bertiga bersama dua kawannya. Sembari bermain loncat-loncatan, karena kondisi Kompek habis diguyur hujan maka licin. Tidak disangka, dari jalan ada mobil Jazz warna merah yang menabrak Akbar. “Anaknya sedang bermain jalan mundur” tutur salah satu pengurus RDI yang admin temui.

80386be6-2db9-4fbd-90b1-459fc43fb0bf 8b039ca3-94fb-4641-8f88-cebbc00e7651
Tidak lama kemudian, korban diantar oleh penabrak ke pos Satpam Komplek dan Satpam mengantar ke Asrama, yang nota bene tidak jauh dari korban. Sampai saat ini, pengurus tidak tahu, siapakah yang menabrak santri tersebut. Karena yang mengantar ke asrama adalah satpam. Pengurus merasa dilema, disatu sisi, anak ini adalah korban, tapi kemungkinan lain bahwa santri tersebut yang salah.
Di asrama, pengurus yang agak kaget melihat Akbar yang berdarah-darah dan setengah sadar, langsung dibawa ke klinik, kenalan pengurus. Di klinik ditolak dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Kartika Husada Jati Asih. Setelah dicek oleh dokter, maka ada kemungkinan gagar otak dan merekomendasikan untuk dilakukan CT Scan. Besok harinya sudah boleh dibawa pulang.
Sampai saat ini, kondisinya sudah membaik, meski masih terasa pusing. Semoga Akbar segera sembuh dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Kami berharap mungkin pihak penabrak bisa silaturahim ke asrama untuk mensupport secara mental. Mengingat santri di asrama adalah anak-anak yang jauh orang tua, dan para pengurus meski sudah maksimal membantu tetap membutuhkan kepedulian kita. (Bendahara RDI, Abu Miqdad)